Minggu, 08 Desember 2013

Suku Koroway Penduduk Asli Papua

     Penduduk asli suku yang menempati Pulau Irian jaya adalah Suku Asmat, Dani Amungme. Mereka satu rumpun dengan penduduk asli Australia. Kehidupan masyarakat asli di Papua sangat jauh dari rasa nyaman dan aman. Saya akan membahas sedikit tentang mereka. Suku yang saya akan bahas adalah Suku Asmat Koroway di pedalaman Papua. Mereka tinggal di pedalaman Hutan Papua. Penduduk Asmat pada umumnya memiliki ciri fisik yang khas,berkulit hitam dan berambut keriting. Sehari-hari kehidupan mereka bergantung kepada alam sekitar, bahkan semuanya bergantung dengan alam sekitar. Untuk makan sehari-hari juga menggantungkan dari alam. Semua peralatan yang digunakan juga berasal dari alam contohnya kampak batu. Kampak yang selalu digunakan untuk menebang pohon sagu. 

     Makanan Pokok mereka adalah sagu,hampir setiap hari mereka makan sagu yang dibuat jadi bulatan-bulatan yang dibakar dalam bara api. Kegemaran lain adalah makan ulat sagu yang hidup dibatang pohon sagu,biasanya ulat sagu dibungkus dengan daun nipah,ditaburi sagu,dan dibakar dalam bara api.Selain itu sayuran dan ikan bakar dijadikan pelengkap. Namun demikian yang memprihatinkan adalah masalah sumber air bersih. Air tanah sulit didapat karena wilayah mereka merupakan tanah berawa.Terpaksa menggunakan air hujan dan air rawa sebagai air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

     Mereka tinggal di rumah pohon yang besar. Untuk membuat sebuah rumah tinggal semuanya berasal dari alam. Biasanya mereka membuatnya karena jauh dari gangguan binatang buas. Karena itu mereka membuat rumah diatas tanah. Mereka hidup berpindah-pindah. Karena faktor makanan yang menyebabkan mereka berpindah pindah ke satu tempat  tempat lain yang masih banyak ketersediaan makanan dari alam dan faktor keaman juga dari serangan binatang buas.  

     Satu hal yang patut ditiru dari pola hidup penduduk asli suku Asmat,mereka merasa dirinya adalah bagian dari alam, oleh karena itulah mereka sangat menghormati dan menjaga alam sekitarnya, bahkan, pohon disekitar tempat hidup mereka dianggap menjadi gambaran dirinya. Batang pohon menggambarkan tangan, buah menggambarkan kepala, dan akar menggambarkan kaki mereka

    Kesehatan disini pun bergantung dengan alam sekitar. Bila ada dari mereka yang sakit, mereka menggunakan obat herbal untuk mengobati penyakit tersebut. Memang banyak yang bisa dimanfaat kan  dari alam sekitar untuk dijadikan obat. Mereka belajar turun-temurun dari nenek moyang mereka.
Pendidikan untuk mereka juga, kalo saya bilang jauh dari layak. Faktor yang menyebabkan itu adalah karena mereka tinggal di dalam hutan. Sehingga mereka tidak mengenal akan dunia luar.Kehidupan suku Asmat tidak lepas dari ukiran-ukiran kayu yang dianggap mempunyai nilai seni tinggi dan sakral. Ketika melukis, Suku Asmat menganggap sebagai penghubung antara jiwa hidup masa kini dengan masa dimana nenek moyang mereka masih hidup.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;