Kamis, 09 Januari 2014 0 komentar

Perencanaan Kota Jakarta Untuk menjadi Kota Hijau dan Modern

Penelitian yang ada dalam jurnal di bawah ini difokuskan pada kota-kota hijau dan peran media digital dalam pengembangan perusahaan untuk kota-kota berteknologi tinggi hijau saat ini sedang dibangun. Jakarta adalah sebagai salah satu contohnya. Pusat Pemerintahan dan Ibu Kota Negara harusnya jauh lebih baik lagi dari pada Jakarta sekarang. Untuk sebagian besar ,Jakarta melambangkan tantangan yang sebagian besar kota akan hadapi dalam mencoba untuk mengembangkan kredensial hijau mereka. Ada kekhawatiran mengenai potensi dampak perubahan iklim dan pembangunan perkotaan di daerah resapan air perkotaan , terutama di sekitar pusat perbelanjaan ikon Jakarta.
Meskipun aspirasi untuk kota hijau didasarkan pada keseimbangan antara ruang terbuka hijau dan ruang sipil , realitas infrastruktur metropolitan built-up memerlukan imbrikasi dari materialitas kota dengan manajemen digital sumber daya manusia , tata ruang , dan alam. Kerangka konseptual yang disediakan menyoroti isu-isu besar yang dihadapi pemimpin kota dan pemerintahannya . Ini termasuk paradoks etika menyeimbangkan keberlanjutan dengan pembangunan ekonomi , keterbatasan untuk penghijauan dan eco perbaikan ini kota high-density ( sebagai perpanjangan modal alam ) ,dan kebutuhan untuk pemerataan (politik dan ekonomi) setelah periode spektakuler pembangunan yang tidak merata.
Teknologi ini termasuk harga transportasi cerdas, konektivitas Internet untuk semua rumah dan sekolah ,respon permintaan peringatan untuk konsumsi energi , fasilitas medis , dan koordinasi pasien , serta kantor elektronik. Tertarik untuk mempromosikan masyarakat pintar terhubung dan strategi manajemen khusus mereka untuk mencapainya , kota pintar dipandang sebagai pendorong revolusi teknologi berikutnya yang mendukung aliran pendapatan di masa depan. Cyberspace lebih berfokus pada teknologi untuk mewujudkan visi utopis. Selain menyediakan data pemetaan dengan akses ke Google Earth , situs internet seperti Facebook dan YouTube menyediakan platform untuk mengatur dan berkomunikasi dengan individu dan kelompok sosial politik, sehingga menggarisbawahi pentingnya Media sosial dan dampaknya terhadap masyarakat ruang.
Terimakasih
Sumber : http://www.ijtech.eng.ui.ac.id

Senin, 06 Januari 2014 0 komentar

Kupu-Kupu



Mengepak sayap indahmu.
Mencari putik bunga yang terindah.
Terbang kian kemari, mencari nectar mana yang akan dihinggapi.
Seakan mencari lentera dalam gelap gulitanya kehidupan.


Dan mengudara adalah ibarat cahaya.
Yang mampu menerangi menuju kearah kelam dan gelapnya kehidupan.
Bergegaslah mengudara.

Yang ia tahu, cahaya itu jelmaan rindu.
Yang masih setia menunggu.
Dan kegelapan musuh terbesar dalam kesendirian.
Kepakan yang takkan mengenal lelah letih hidupnya,
Selagi putik indah bunga menantinya.

Hingga tiba saat terakhir
Sayap itu memelan, berhenti, dan Sang pencipta memintanya kembali.


Jumat, 03 Januari 2014 0 komentar

Jangan Menyesal dan Tetap Semangat Menjalani Hidup

Pada saat masalahmu menghampirimu, janganlah berkecil hati.
Itu adalah pasangan hidupmu.
Itu adalah takdirmu.
Sesuatu yang sudah dipersiapkan untukmu, bahkan sebelum kau dilahirkan.
Itu adalah pelengkap hidupmu.
Itu adalah gurumu, maka cintailah dia.

Penilaian Tuhan tak dimulai saat kau menerimanya
Karena semua orang akan menerimanya, tanpa terkecuali.
Selayaknya sebelum orang sebelummu.

Jangan pernah berusaha menolak kesalahanmu.
Terimalah itu sebagai bekalmu, untuk perjalanan panjangmu.
Justru kesalahanmu dimulai ketika kau menolak menerima kesalahanmu.
Sedangkan kau menyadarinya.

 Lapangkanlah dadamu, sehingga luas, tempat untuk ilmu yang berguna.
 Penilaian Tuhan dimulai saat kau memperbaikinya.

#Sepenggal puisi ini diciptakan sebagai bukti dari kerja keras yang dihadapi oleh seseorang untuk melawan kerasnya hidup, ingatlah Tuhan mendengar apa yang umatnya minta kepadaNya.
0 komentar

Melewati Hari Pertama di Tahun 2014

Melewati hari pertama.
Terkadang ketenangan malam membawa kesedihan.
Aku lebih memilih tidur seandainya bisa.
Tapi kepala ini tidak pernah mengijinkan, khayalanku menari-nari tidak bisa diam
Seakan-akan kejadian kehidupan terus meminta untuk dikaji,
Dan masa lalu yang tak termaafkan memohon untuk dipertimbangkan selalu.

Kepalaku penuh, aku ingin tidur tapi tidak bisa.
Aku hanya bisa tertidur, bila ku sudah lelah berpikir.
Aku akan tidur bila tertidur.
Bila ku sudah lelah berpikir.
0 komentar

Kosan

Hujan, lagi...
R.E.M menggema di kepalaku, hari ini sangat lelah, lelah berpikir
Hujan turun sore hari, sore hari yang sepi

"It's easier to leave than to be left behind"
R.E.M bergema di hati
"I saw the light fading out"

Masih menetap di kepala bulan-bulan pertama di Kosan
Lakukan apa saja. selamatkan jiwamu, membaca, tulisan pikiran, berdoa, apa saja
Asalkan kau tetap waras di keadaan yang gila ini

Sekarang mungkin sudah satu tahun kemudian, titik jenuh pertama,
karena kepalaku terlalu lelah berpikir
Masuk akal adalah tergantung akal siapa

Pintu kembali terkunci, kembali berpikir
0 komentar

Menunggu

Menunggu bukan pekerjaan sabar atau tidak sabar.
Menunggu adalah pekerjaan bermanfaat atau tidak bermanfaan.
Menunggu bukan pekerjaan setia atau tidak setia.
Menunggu adalah pekerjaan awal dan akhir prosesnya siapa yang mengerti.
Dan akan berakhir dengan pribadi yang lebih baik.
Meskipun yang dia tunggu tidak pernah datang kembali.
Minggu, 29 Desember 2013 0 komentar

8 Pengertian Cinta Menurut Al Qur'an dan Al Hadist

Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu

mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an
katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya
(man ahabba syai'an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta
sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai
dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang
dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti
kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi
orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka
berbicara dengan Alloh Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka
bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti
perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.

Dalam Qur'an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan
"nggemesi". Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu
berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia
ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut,
siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis
rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding
terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang
kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi
kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.
Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian
darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari
itu maka dalam al Qur'an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham ,
yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri,
yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata
rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana
psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim.
Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah
dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya
menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta
mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia
akhirat.

3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara,
sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung
kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur'an disebut
dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada
yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang
lama.

4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil
dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad
syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir
tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur'an menggunakan term syaghaf
ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir
kepada bujangnya, Yusuf.

5. Cinta ra'fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan
norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak
tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur'an
menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah
menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus
hukuman bagi pezina (Q/24:2).

6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku
penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur'an menyebut term ni ketika
mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan
Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja),
sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan
bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al
jahilin (Q/12:33)

7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur'an tetapi dari
hadis yang menafsirkan al Qur'an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5
dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan
tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma'tsur
dari hadis riwayat Ahmad; wa as'aluka ladzzata an nadzori ila wajhika
wa as syauqa ila liqa'ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya
memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu.
Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa
Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada
sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang
apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il
tihab naruha fi qalb al muhibbi

8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik
kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang
menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada
pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur'an ketika menyatakan bahwa
Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la
yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

Salam Cinta, Luar biasa.
 
;